Keutamaan Wanita Shalihah

Allah SWT berfirman : “ Maka wanita yang shalihah, ialah yang taat kepada ALLAH lagi memelihara dirinya ketika suaminya tidak ada, oleh karena itu ALLAH telah memelihara ( mereka ). “ ( Q.S. An-Nisa : 34 )
Bagi seorang laki-laki shalih, mendapatkan seorang wanita shalihah sebagai pendamping hidupnya adalah sebuah anugerah dan kenikmatan yang sangat berharga. Dengannya dia akan mendapatkan ketenangan, kenyamanan, ketentraman dan kebahagiaan hati dalam hidupnya. Bersama dengan wanita shalihah dia akan menegakkan agama dalam rumah tangganya. Mereka akan saling nasehat menasehati tolong-menolong dalam kebaikan dan ketaqwaan kepada Allah SWT, saling membantu untuk selalu mewujudkan tujuan hidup manusia dalam beribadah kepada Allah SWT.
Kehormatan dalam dirinyapun akan bisa terjaga dengan hidup bersamanya. Dan darinya dia akan berkesempatan memiliki keturunan yang shalih pula. Melihat banyaknya keutamaan yang ada pada diri wanita shalihah, tidak heran jika Rasulullah menyifati para wanita shalihah sebagai perhiasan dunia yang paling baik dan indah. Rasulullah bersabda : “ Dunia adalah perhiasan yang menyenangkan. Dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah “ ( H.R Muslim )
Diantara keutamaan wanita shalihah, Rasulullah telah memberikan dorongan kepada laki-laki muslim untuk lebih mengutamakan pilihannya kepada wanita yang memiliki agama, yaitu wanita shalihah. Rasulullah bersabda : “ Wanita dinikahi karena empat hal : karena hartanya, karena kedudukan nasabnya, karena kecantikannya dan karena agamanya. Maka pilihlah wanita karena agamanya , niscaya engkau akan beruntung “. ( Muttafa’alaih )
Maka islam mendorong kaum laki-laki untuk mencari istri yang shalihah dan memiliki agama. Islam menjadikannya sebagai suatu landasan yang seyogyanya untuk diperhatikan diantara sekian banyak perangai yang diinginkannya dari diri seorang wanita. Karena jika dia memiliki agama yang lemah dalam menjaga dirinya, niscaya hal itu akan bisa menyeret suaminya dan mencoreng nama baik keluarganya ditengah-tengah manusia. Sedangkan seorang wanita shalihah, akan menjadi penolong bagi suaminya dalam urusan yang menjadi kepentingan yang utama seorang muslim, yaitu dalam urusan agamanya.
Padahal agama itulah yang akan membawa kebahagiaan sesungguhnya bagi seorang hamba didunia dan diakherat kelak. Maka benar-benar dalam sabda Nabi yang menjadikan wanita shalihah sebagai salah satu hal yang paling membahagiakan. Dalam sabda Rasulullah : “ Ada empat hal yang merupakan kebahagiaan : yaitu wanita shalihah, tempat tinggal yang luas, tetangga yang shalih, dan kendaraan yang nyaman. Dan ada empat hal yang merupakan kesengsaraan : Tetangga yang buruk, wanita yang buruk, kendaraan yang buruk dan tempat tinggal yang sempit ( H.R Ibnu Hibban di shahihkan oleh al-Albani )
Ketika seorang laki-laki muslim dianjurkan secara tegas untuk mencari pasangan hidup wanita yang beragama, wania shalihah maka hal ini tentu saja juga merupakan dorongan bagi para wanita muslimah untuk berusaha menjadikan dirinya sebagai wanita shalihah. Untuk menjadi seorang wanita shalihah yang benar-benar ingin menggapai kebahagiaan untuk dirinya, untuk suaminya dan keluarganya, dia harus berusaha mewujudkan keshalihan itu ada pada dirinya.
Dalam surat an-Nisa, Allah telah menyatakan secara umum tentang sifat wanita shalihah dengan firmannya : “ Maka wanita yang shalihah, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara ( mereka ).” ( Q.S an-Nisa : 34 )
Wanita shalihah adalah wanita yang beriman karena itulah landasan utama untuk menjadikan seseorang sebagai orang-orang shalih. sehingga secantik apapun, sebaik apapun, sekaya apapun akan tetapi jika dia tidak beriman maka dia bukanlah termasuk wanita shalihah. Karena wanita shalihah adalah wanita yang beriman dan taat kepada Allah sebagai Rabb-NYA, beriman kepada Rasulnya dan meridhoi islam sebagai agamanya. Keimanan itu akan nampak melalui lisan, amalan dan keyakinan dirinya.
Wanita shalihah adalah yang memiliki keyakinan atau akidah yang benar tentang Allah, bertauhid kepada Allah, beribadah hanya kepada Allah yang berusaha untuk mengikuti jejak petunjuk tuntunan Rasulullah dengan sebaik-baiknya.
Al-Imam asy-Syaukani dalm tafsirnya terhadap Q.S an-Nisa : 34 berkata : ” Maka wanita-wanita yang shalih adalah wanita-wanita qaanitaat, yaitu yang taat kepada Allah, melaksanakan kewajiban mereka yang berkenaan dengan hak-hak Allah dan hak-hak terhadap suami mereka ( Fathul Qadir ).
Wanita shalihah adalah yang taat kepada suami mereka, dalam perkara ini termasuk hal yang sangat penting dan tidak boleh diabaikan. Ketika wanita shalihah telah memasuki dunia rumah tangga, maka dia memiliki sebuah kewajiban dan tanggung jawab baru yang akan bisa membawanya masuk dalam syurga jika dia benar-benar melaksanakannya dengan baik yaitu dengan kewajiban menaati suaminya. Rasulullah bersabda : ” jika seorang wanita menunaikan shalat lima waktu, menjaga kemaluannya, dan menaati suaminya, niscaya dia akan masuk melalui pintu syurga mana saja yang dia kehendaki .”
Rasulullah juga dalam sabdanya ; ” Seandainya aku boleh memerintahkan seseorang untuk sujud kepada orang lain, niscaya akan kuperintahkan seorang wanita untuk bersujud kepada suaminya. ” ( Riwayat a-Tirmidzi ). Maka seorang wanita shalihah akan berusaha untuk selalu menaati suaminya, selama bukan dalam perkara maksiat, namun jika suami memerintahkan dalam perkara maksiat maka tidak ada ketaatan kepada seorang hamba dalam bermaksiat kepada Allah.
Wanita shalihah juga harus berakhlak mulia memiliki perangai yang indah, tutur kata yang baik, pembawaaan yang tenang, tidak tergesa-gesa, lemah lembut dan berperilaku yang menunjukkan keindahan akhlaknya. Sungguh akhlak yang baik akan menjadikan seseorang dicintai oleh Allah. Rasulullah bersabda : ” Hamba Allah yang paling Dia cintai adalah yang paling indah akhlaknya ” ( ash-Shahihah:433 ) . Dan Akhlak yang mulia adalah salah satu amalan yang memiliki timbangan terberat di akherat kelak. Rasulullah dalam sabdanya : ” Tidak ada sesuatu pun yang di letakkan di timbangan yang lebih berat dari pada akhlak yang baik. Dan sungguh orang yang berakhlak baik akan mencapai derajat orang yang banyak puasa dan sholat ( Riwayat a-Tirmidzi ).
Diantara wujud akhlak yang baik kepada suami :
– Menahan dirinya dan bersikap sabar jika mendapati sesuatu yang tidak di sukai pada diri suaminya.
– Bersimpati terhadap perasaan suaminya.
– Hanya mengucapkan perkataan yang baik kepada suami.
– Tidak membalas keburukan suami terhadapnya akan tetapi tetap bersikap baik kepadanya.
– Tidak suudzan terhadap suami.
– Segera mencari keridhaan suami jika suami marah.
– Perhatian terhadap suami serta menghargai dan menerima apapun yang diberikan suami.
Wanita shalihah akan senantiasa menjaga kehormatan dirinya, dan kehormatan dari perkara –perkara yang keji. Dia akan berusaha menghindari segala hal yang bisa menghantarkan kepada pelecehan terhadap kehormatan dirinya. Dengan berpegang teguh terhadap nilai-nilai islam, dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah , seorang wanita akan bisa menjaga diri dan kehormatannya. Wanita shalihah akan menjaga diri dengan menutup auratnya dalam firman Allah Q.S Al-Ahzab : 59 , Allah menyampaikan perintah menutup aurat kepada istri-istri orang mukmin secara kaffah, sehingga jelaslah bahwa kewajiban untuk menutup aurat adalah perkara yang berlaku bagi wanita muslimah. Maka wanita shalihah senantiasa menutup auratnya dihadapan laki-laki yang bukan termasuk mahramnya dengan pakaian yang memenuhi syarat :
– Menutup seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan,
– Bukan merupakan perhiasan,
– Tebal tidak transparan,
– Tidak memakai wangi-wangian
– Longgar tidak sempit yang bisa menampakkan lekuk bentuk tubuhnya,
– Tidak tasyabbuh pakaian lelaki,
– Tidak menyerupai pakaian wanita kafir dan jahiliyah
Wanita shalihah selalu bisa menjaga harta dan anak suami, dalam sabda Rasulullah : ” Setiap kalian adalah pemimpin , dan akan ditanya tentang yang dipimpinnya…( sampai sabda beliau )…….dan seorang wanita adalah pemimpin atas rumah suaminya dan atas anak-anaknya dan dia akan ditanya tentang mereka ( Muttafaq’alaih ). Maka seorang wanita shalihah akan berusaha untuk menjaga dan mengurusi harta dan rumah suaminya, terutama ketika ditinggal pergi oleh suami. Dan tidak akan mengizinkan seorang pun masuk ke dalam rumah apalagi yang bukan mahram kecuali atas izin suaminya.Wanita shalihah juga akan menjaga, mendidik dan memperhatikan anak-anak suami. Dia akan mengurus mereka dengan sebaik-baiknya. Dia akan sadar dan yakin, jika anak-anak bisa menjadi shalih dengan didikannya, maka dialah yang pertama kali mendapat kebaikannya. Terlebih lagi anak itu adalah anak dia sendiri, dalam sabda Rasulullah : ” Jika manusia meninggal dunia, maka terputuslah pahala amalnya kecuali dari tiga hal : sedekah yang terus mengalir, ilmu yang bermanfaat dan anak shalih yang selalu mendoakan kebaikan untuknya .” ( H.R Muslim ).

By faisal kartika yudha Posted in Tak Berkategori

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s